Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
HomeAssalamu'alaikum...

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Pemilik hari pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan
Tunjukilah kami jalan yang lurus
(yaitu) jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat


Aliah Santoso's Facebook profile



Click to view my Personality Profile page

Blog EntryApr 17, '12 1:31 AM
for everyone

Beberapa waktu yang lalu gue nonton acara di  Metro TV. Saat itu pembawa acaranya membahas girl band yang laris di era 90an. Dan ternyata band yang paling laris (hingga saat ini) adalah idola gue seumur hidup.

 

Yeup… apalagi kalau bukan… (jreng…. Gedebak-gedebuk- suara gitar dan genderang)

 

SPICE GIRLS………….

 

Yeye!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

Sumpah, band ini benar-benar fenomenal sejak jaman gue SD, bahkan sampai gue SMP-padahal mereka udah bubaran. Belakangan gue sadar, betapa idola bisa menghipnotis penggemarnya. Apalagi kalau penggemarnya ABG labil. Gue sampai joget2 di mall kalau dengar lagu mereka (kalau sudah begini, keluarga gue tiba-tiba amnesia-berasa enggak punya anak dan saudara perempuan), gue koleksi poster mereka, gue punya album mereka, gue punya kertas binder bergambar mereka, gue punya bundelan tentang mereka.

 

Dengan begitu, gue pun merasa pantas menjadi personel ke enam Spice Girls. Sangar!

 

Olivia teman gue diekor kuda biar tampangnya mirip Mel C. Sporty Spice. Ferlina sampai rela mangkas rambut panjangnya biar jadi Victoria Adams, Si Posh Spice.

 

Gue ingat waktu SMP gue selalu ke sekolah dikucir dua, macam Emma si Baby Spice. Bahkan gue ke sekolah hobi ngemut lollipop. FYI, gue enggak doyan permen, atau penganan yang manis-manis. Kecuali es krim. Dan cokelat Apalagi es krim cokelat. Beugh! Kenikmatan brutal!

 

Anehnya, enggak ada cewek-cewek penggemar Spice Girls di SMP gue yang rela berdandan ala Scary dan Ginger Spice. Mungkin kami terlalu gengsi untuk menghitamkan kulit dan membuat rambut ala singa Afrika. Mungkin kami masih punya malu untuk tidak memakai bendera Union Jack ketat yang menampakkan belahan dada ( toh kami belom punya waktu itu). Dan tidak ada anak SMP yang mau memamerkan ce**na da**lam mereka di sekolah.

 

Mengingat masa SMP gue, enggak heran sejak kecil hingga gue SMA, ortu, guru agama, sampai guru mengaji  mencekoki gue dengan  kisah para nabi. Mereka yakin kelak suatu saat, gue kembali ke jalan lurus dan mencontoh manusia-manusia yang lebih pantas dijadikan idola.

 

Hasilnya?

 

Gue masih maniak Spice Girls, bok! Bhuahahhahahahahhahaha….. Tapi tenang ajah, sekarang gue enggak wara-wiri dengan kucir dua dan lollipop yang enggak gue sukai. *wink.

 

Semoga anak-anak gue tumbuh normal, dikelilingi teladan yang pantas.

 

Makassar, 170412


Blog EntryMar 14, '12 12:00 AM
for everyone

Beberapa bulan yang lalu, Gue ma Bokap ke Gramed bli buku.

 

Bokap bli buku ini…

 


Gue beli buku ini…

 

Well… dari buku apa yang kami pilih, terlihat jelas betapa jomplangnya kualitas otak kami betapa bedanya dunia kami. Bokap menyukai segala sesuatu yang realistis, sementara hidup gue penuh dengan “Haha-hihi”. It’s not bad- actually…

 

Ada yang pernah mengatakan bahwa You are what you read. Mungkin ada benarnya. Karena keseringan baca tulisannya Raditya Dika, gaya bertutur gue juga mirip-mirip Beliau. Baca ajah tulisan di bolg gue. Sebagian besar tulisan kesannya tidak serius. Macam orang yang tidak pernah tersiksa pas kuliah gara-gara tesisnya selalu ditolak lantaran tidak sesuai EYD. Mungkin kalau dosen gue baca blog ini, beliau bakal geleng-geleng kepala, ngeprint semua tulisan gue, trus tulisan gue dicorat-coret karena banyak salah tulis, tidak konsisten, tidak ada subjeknya dan tidak bermakna. Atau mungkin Beliau bakal tertawa terbahak-bahak? I hope so…

 

Sementara gue nganggap blog gue yang permai ini Jenius, sebagian orang menganggap Gila

 

This is my blog, this is my life. Masalah buat, lo?

 

Yeah, seperti pelajaran yang gue dapet dari buku-buku Raditya Dika: hidup ini emang tidak selamanya berjalan mulus. Kadang ada bagian dari hidup kita yang begitu menyedihkan. Nah, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Sama seperti Raditya Dika, gue milih membuat segalanya menjadi LUCU (berharap dosen gue manggut-manggut setuju membaca pernyataan ini dan dengan bangga mengatakan- Aliah memang jenius--- PLAK!)

 

Sekarang gue bisa tertawa saat mengingat gue jatuh di selokan, saat gue nyaris nyerempet mobil orang gara-gara parkir sembarangan, saat gw diberteriakin bapak2 “Weser!Weser! Kalo mau belok weser!”—(*gw bales ajah “Sabar, Bagong!!!). Bahkan saat ditanya soal bagaimana rasanya diputusin sama (mantan) pacar waktu kuliah, gue sudah bisa tertawa dan sekarang dengan hati lega gue mau katakan – kalau dia baca- “It hurts, YOU OLD MONKEY!”

 

Gue lega….

 

Dan terbalas sudah karena sekarang gue dapet yang jauh lebih baik…

 

Gw loncat-loncat kegirangan!!!

 

Sebagai kutu buku (yes, gw kutu buku!- bahkan buku telepon pun rela gue baca kalau sudah tidak ada pilihan lain), gw tidak hanya membaca buku Radit yang gw beli. Bukunya bokap yang Steve Jobs bikin gue penasaran.

 

Tidak se-serius yang gw kira. Don’t judge the book by it’s cover- kan? Jangan mentang-mentang sampul nya ada foto Jobs, lo kira isinya rumus-rumus yang bikin otak mencret. Ada beberapa bagian hidup Jobs yang bikin gue tertawa dan takjub.

 

Emang sih gue belom selesai baca (*Ha? padahal udah berapa bulaaan!?!?!--- kan gue kerja, gw kan wanita karier!), tapi ada beberapa hal positif yang bisa gue bagi sebagai pelajaran:

1.    Attention to details, bahkan pada bagian yang tidak terlihat. Ayah Steve selalu mengajarkan untuk membuat bagian belakang lemari-yang bahkan tidak terlihat- kau harus tetap menggunakan bahan yang terbaik.

2.    Kerja keras dan fokus menjadi kunci kesuksesan.

3.    Gue mendapat inspirasi nama untuk anak gw:

Macintosh untuk anak laki2 gue. Kesannya jenius, gagah dan arogan. Dan sexy. Macintosh- dipanggil Mac.

Apple untuk anak perempuan gue. Kesannya Daddy and Mommy’s sweet heart, ceria, dan jauh dari dokter (apel maksod lo?). Apple – dipanggil Ale – Masa’ dipanggil Ape!?!?! Lo kate Kera??

 

Sayang-sungguh sayang, proposal mengenai nama anak-anak di atas ditolak mentah-mentah sama Kisanak. Kata Beliau, Nama Indonesia ajah: Asep, Bagus, and Bla-bla-bla. 

Sekalian ajah Menik, Menur, Tekukur… Atau mungkin Zamrut Khatulistiwa, atau Bagus Wawasan Nusantara, atau Pejuang Bela Negara. Asal jangan Ipoleksosbudhankamnas..... capede...

 

Itu sebagian kisah indah gue sejak beli buku bareng Bokap. Banyak sih. Cuman kalo ditulis semua takutnya jadi novel, trus laris manis, trus gue bakal diwawancara, trus gw sibuk promo, trus gw jadi terkenal, trus gw jalan-jalan ke Eropa, trus gw jadi songong-trus odong-odong, trus kok jadi ngelantur…

 

Sekian dan terima kasih.

 

Semoga kita selalu dianugerahi rasa syukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita.

 

Makassar, 140312


RecipeFeb 27, '12 4:16 AM
for everyone
Category:   Breakfast & Brunch
Servings:   3 porsi

Description:
Jurangnya di mana?

Ingredients:
Ayam 3 potong, buang kulitnya
Air matang secukupnya
Gula merah

Bumbu:
Sere 1 batang, memarkan
Lengkuas 1 ruas jari, memarkan
Jahe 1ruas jari,memarkan
Dau jeruk 3 lembar
Bawang putih 3 isung, iris tipis
Bawang merah 3 butir, iris tipis
Garam1 sdm
Merica 1 sdm
Ketumbar 1/2 sdm, sangrai-haluskan
Kemiri 3 butir, sangrai-haluskan/ uleg
Margarin 5 sdm

Bahan Sayur:
Wortel 2 buah,iris
Kentang 3 buah, potong kecil

Directions:
Panaskan margarin,tumisbumbu hingga wangi.
Tambahkan air,masak hingga air mendidih.
Masukkan ayam, rebus hingga matang.
Tambahkan gula merah. Masak, aduk hingga tercampur rata.
Angkat ayam, tiriskan
Masak ayam dengan margarin hingga kecoklatan.
Masukkan wortel dan kentang ke dalam air sisa rebusan ayam.









Sungguminasa, 270112



Blog EntryFeb 20, '12 7:49 PM
for everyone
Gw bersyukur banget. Gw nggak ngidam yang aneh-aneh. Kerennya lagi, gw ngidamnya anak-anak ajaib ini bok!

Pertama ada si cute Greyson Chance. Awal ngeliat ini anak di acara The Hitz Trans TV. Busseet... udah jago maen piano, angel voice, and cute to the max. dan satu lagi .. Pirang! 

Bhuahahah... sebagai pencinta Barbie, gw terobsesi sama rambut pirang, Cin. Okeh, gw bisa dengan ikhlas mengubur impian gw dalam2 untuk memiliki suami bule, tapi kalau soal memiliki anak bule... masih ada harapan kan? *Maksod lo?

Yang kedua ada si Jenius Hartadinata Harianto. Pertama kali liat ni anak di TV One. Buset aje gile, itu IPK kok bisa perfecto banget, ya, Darling? 
(IPK 4???? Di Amrik Sono????What the!?!?!)
Kalau GC cute to the max, yang ini smart to the max.

Mohon perhatian, gw gampang jatuh cinta sama orang cerdas ya. Palagi kalo udah cerdas, sopan pula. Apalagi kalo udah cerdas, sopan, tajir pula. Palagi kalo udah cerdas, sopan, tajir, setia pula. Palagi kalo udah cerdas, sopan tajir, setia, dan yang penting MAU SAMA GUE. Tempelin ajah transkrip nilai lo yang ber-IPK sempurna di jidat! (*tapi maaf, pintu sudah tertutup..PLAK!)

Tapi tenang ajah, anak-anak di atas belum masuk tipe gue. ya eyya lah... secara gue tante-tante, merekanya bocah!

Katanya sih kalo ngidam harus liat dan berharap yang positif2. Whuiii, kebayang dong anak gw yang perpaduan GC sama Hartadinata. Sudah cakep, cerdas , vokalis, jago maen piano (yang merupakan kasih tak sampai nyokapnya), sangat prince charming... Apalagi yang bisa lebih baik, coba?








Al?
 




          Elo.....
                      


Hamil?






Hehe... Belom.......


Tapi g papakan, kalau ngidamnya di DP dulu. Biar pas hamil benneran g ngerepotin orang banyak...


Semoga kita diberi keturunan sempurna dan menyenangkan hati ya....


                                                                                           Yuk, kembali ke alam nyata. 


Sungguminasa, 200212




Blog EntryFeb 16, '12 10:53 PM
for everyone
Gw baru aja baru chatting sama temmen di pesbuk.

Singkat cerita, Beliau nulis ini sebagai comment di album My Extraordinary Hand gw:
                               
Pernyataan pertama:  pengen belajar deh mba,,#ajarin dong :D


Gw bengong...

Ajarin? Apanya yang mau gw ajarin, Darling?

Gw ngebayangin diri gw sedang berdiri di depan kelas sambil memberi instruksi: tarik garis dari atas ke bawah. Buat garis melengkung, tebalkan, and bla-bla-bla...

Yang ada murid-murid gw bakal ngiler se-ember karena kebosanan.

Peratanyaan ke dua: gmn sih biar gmbarnya bs aluuss bgini,,,pengen sangat :((

Gw jawab ajah: haluskan perasaan dulu deh... banyak zikir sambil mewarnai. hehe... ^_^ (*eh, serius loh)

Menggambar/melukis ternyata tidak semudah mengerjakan soal matematika (*songong!). Tapi menggambar dan melukis itu lebih nikmat dari makan gratis satu pan Pizza Hut yang American Favourite ukuran large ditemani sama Alicia Silverstone trus disuguhi live musicnya Britney Spears. Pulang-pulang dapet beasiswa dari Pak Habibi buat sekolah di Amrik. (*menghayal! <coret> Aamiin!!!)

Kembali ke pertanyaan kawan gw di pesbuk. Gw copy paste ajah ajaran Pak Hasan (*salah satu pelukis di Siliwangi -- itu loh, yang sanggarnya deket Sabuga)

Seni itu bukan sesuatu yang bisa diajarkan. Seni itu bukan matematika yang 1+1 pasti dua. Seni itu dari hati. Hati yang menggerakkan saraf-saraf di tangan untuk menorehkan kuas di atas kanvas. Hati juga yang membebaskan otak untuk mengatakan 1+1 bisa 3, 5, 6, 7, bahkan tak terhingga (*pernyataan yang terakhir sampe sekarang gw g ngerti maksudnya)

Seni itu bukan sesuatu yang diajarkan. Tetapi dilatih!

Okelah kalo begitu, Pak.

Gw juga belom jago kok. Gw cuman gadis biasa yang doyan menggambar, tukang pamer dan pengen banget diakui dunia sebagai titisan Leonardo da Vinci-- Hacchyyy!!!! (*gw g perlu makan melati ma semedi di laut kan ? =P).

Ada beberapa jalan. Satu, gw bekerja keras, berlatih giat sampai tampang wajah gw seperti orang g poopy tiga bulan biar secanggih da Vinci. Kedua, gw ke Eropa trus nunjukin akte kelahiran palsu gw ke orang-orang bahwa gw adalah Aliah da Vinci.

Yang gw lakukan sampai sekarang adalah cara yang pertama- tanpa nahan poopy sih. Iya lah. Boro2 bikin akte kelahiran palsu, bayar tiket ke Eropa ajah gw blom sanggup. Duit dari HongKong???

Jadi, buat teman-teman semua, jangan pernah berhenti buat berlatih ya... (*tapi jangan pernah nahan poopy sampai tiga bulan! Never!!!!). Trus menggambarnya harus sambil zikir. Kata guru gw, kalau kita mengerjakan apapun.. yes, apapun, kerjakan sambil berzikir. Insya Allah hasilnya manatb dan diridhoi Allah SWT. Aamiin...^_^

Udah ah... terlalu banyak ngomong macam maestro ajah gw.

Sungguminasa, 260212


Blog EntryFeb 10, '12 9:56 PM
for everyone
Rancangan ini gw kerjakan bareng Pak Petrus Natalivan, Mas Bagas Dwipantara Putra dan Adisti Madella. 

Lokasi: Kecamatan Kasemen, Serang, Banten 
Luas: 20 Ha

    Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari kegiatan ini adalah menyusun design kawasan blok pengembangan dan penataan Central Business District (CBD) dalam mendukung Provinsi Banten sebagai waterfront city. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dalam pekerjaan ini meliputi :

  • Membuat gambar rancangan baik menyangkut aspek-aspek teknis teknologi maupun aspek teknis administratif yang dapat digunakan untuk proses pelaksanaan fisik dan pemanfaatannya sesuai dengan programnya;

  • Terbentuknya rancangan kawasan sebagai mata rantai dan acuan dalam tahapan kegiatan penataan dan revitalisasi kawasan hingga pada tahap pelaksanaan konstruksi dan pemanfaatannya.


    Bandung, November-Desember 2011


RecipeFeb 10, '12 9:12 PM
for everyone
Category:   Breakfast & Brunch
Servings:   2 porsi

Description:
Gw nemu resep ini di acara-membuat-menu-untuk-finalis-LMen (entah apa namanya). Karena makanannya untuk pria-pria berberotot, so pasti makanan yang disajikan bergizi. Ya, gw tiru lah...

Ingredients:
Bahan:

Ayam 2 potong, sisihkan kulitnya (kulit ayam ternyata mengandung kolesterol tinggi)
Garam dan merica secukupnya (gw pake merica hitam)
Jeruk lemon 1 iris
Telur ayam 1 butir, kocok
Oatmeal secukupnya (gw pake yang quickcook)
Margarin 2sdm

Directions:

Cara membuat:

Rebus ayam hingga empuk

Campurkan ayam dengan perasan jeruk lemon, garam dan merica. Diamkan 60 menit

Celup ayam di dalam kocokan telur kemudian gulingkan di atas oatmeal.

Panaskan margarine, masak ayam hingga matang.


Temannya tetap sayur bening 

Sungguminasa, 10021





RecipeJan 5, '12 2:38 AM
for everyone
Category:   Breakfast & Brunch
Servings:   1-2 porsi

Ingredients:
Untuk Daging:
Daging sapi 250 gram
Kecap manis2sdm
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Jeruk Lemon 2 iris

Untuk Saos:
Telur Ayam kampung 1 butir, kocok
Garam dan merica secukupnya
Bawang Bombay 1/2 buah, iris tipis
Bawang putih 2 siung, iris tipis
Margarin 2 sdm
Susu Cair putih 1/2 cangkir (kalo g suka manis, g usah pake susu)

Directions:
1. Lumuri daging dengan kecap, garam, merica dan perasan jeruk lemon. Diamkan semalam.
2. Masak daging tanpa minyak hingga matang.
3. Panaskan margarin. Tuang susu hingga mendidih.
4.Tambahkan kocokan telur ayam. Masak orak-arik.
5. Masukkan bawang puthi dan bombay. Masak hingga wangi.
6. Sajikan dengan daging kecap. Pelengkap lain: kentang rebus ma wortel rebus.

^_^





Sungguminasa, 050112





Blog EntryDec 19, '11 10:36 PM
for everyone
Kemaren iseng-iseng belajar sketsa pake pena. Hasilnya lumayan juga. Lebih terang. Palagi kalau pake penanya Abah. Udah kece, g perlu kuatir harus ngerogoh kocek kalo tintanya habis. Abah yang bli ini.


Ceritanya, ini Nona Kecil lagi nunggu jemputan Mommy and Daddy. Jadi inget waktu gw masih SD dulu. Kalau pulang sekolah, biasanya nungguin Abah sampai sekolah sepi . Mungkin itu sebabnya gw spontan bikin sketsa ini. Bedanya, kalau Si Nona Kecil dengan rambut panjang tergerai lengkap dengan balon dan keranjang bunga (*owh, gw suka banget dress yang dipadukan sama boot - sangat Candy-Candy), gw nunggu jemputan dalam keadaan bau keringat, rambut jagung acak2an dan mata sayu.




Kalau ini.... g ngerti, pengen ajah sketsa close up. Btw itu matanya gede sebelah deh. Tak papa-Tak papa. Namanya juga baru belajar.




Nah kalo yang ini, inspirasinya dari hujan di luar sana. Hujan? Butuh payung? I don't think so... Yey! Get wet!!!!




Setelah itu, gw coba scan gambar-gambar ini. Hasilnya malah semakin terang loh.This is it!






Sketsa selanjutnya pake pensil doang. Berhubung penanya udah ngadat (*alamat Abah ngerogoh kocek buat bli tinta). Sedikit sketsa tentang gw dan arsitektur. What a sweet moment.


Waktu kuliah gw pengen banget dandan kek gini. Pake baju kodok, boot, kucir dua dan stocking. Candy-Candy.... Berhubung kampus gw mewajibkan mahasiswinya pake kerudung, ya, selamatlah gw dari azab neraka.

 
Hasil scan-nya kok blabur kek gini ya? Gw salah setting kek nya




Itu tadi sedikit oleh-oleh dari alam imajinasi gw. Menghayal ternyata menyenangkan juga...^_^

Sungguminasa, 201211



Blog EntryDec 15, '11 2:13 AM
for everyone

Sekarang waktunya buat memperkenalkan warung lumpia yang terkenal di Makassar.

 

Sejak jaman gw pake seragam putih merah, sampe sekarang gw udah jadi wanita muda bersahaja, ni warung lumpia tetep eksis bok. Malah semakin ke sini makin kinclong ajah tokonya.  Hari-hari biasa lumayan penuh. Jangan tanya pas bulan Puasa. Ngantrinya aje gile kayak sepur.

 

Soal rasa boleh diadu. Apalagi dinikmati pas panas-panas. Sensasi kriuk-kriuknya itu loh, bikin pengen nambah terus… sekalian sa’ panci2nya *lebay deh. Menu utamanya, ya lumpia garing ini. Ada sih yang lain, tapi cuman kue2 kecil. Macam jajanan pasar gitu lah. Buat minuman, ada air tahu yang sueegerrr benneer… 

 

Nah, beberapa minggu lalu, gw ma keluarga maen ke sana, Niatnya sih Cuma bungkus trus bawa pulang. Tapi karena ngantri plus hujan gede, ya, akhirnya kami ikut2an makan deh.


Dan pemeran utama kisah ini adalah… Safa! Alias Capa-Capa. Luaccuunyaaaaaa……. Yang dimakan ma ini bocah cuma sayurnya doang. Kulit garingnya g kemakan. Belom kuat giginya. Hahay! Tunggu sampe lo gede, Nak. Kecanduan dah!

Bandonya masih nempel



Bunda, Safa, Tante Beibh (*bandonya udah copot)



Safa dan Bunda







Puas makan, di rumah naen bareng



Habis maen, belanjaaaa....

Jangan lupa mampir ya, ke Lumpia Sulawesi (*palagi kalo ngajak gw, makannya pasti tambah nikmat).

Sungguminasa, 151211
 

Blog EntryDec 13, '11 7:40 PM
for everyone

Sembari nonton berita di MetroTV. (*huiiiiiiiiii… Aliah intelek banget ya sekarang. Tontonannya begitu terpelajar.)


Sekarang ini lagi marak dibicarakan jurus baru para koruptor yang berhasil ditangkap. Sakit. Salah satu penyakit adalah LUPA. Sekali lagi. L.U.P.A. Kalau diucapkan oleh d’Bagindas: el-u-pe-a = elupea = elu – p.a (!?!) *ajegilepentingbagnetdibahas


Ngomong-ngomong soal penyakit lupa,gw juga punya bakat lupa. Ironisnya, gw selalu lupa sama hal-hal penting. Misalnya, hari ulang tahun ortu, kapan dan di mana Presiden Sukarno lahir dan  warna favorit Emma-Baby Spice. (*yang terkahir keknya penting banget deh =P)


Lain lagi kalau gw kenalan sama seseorang, gw langsung lupa namanya sesaat setelah jabatan tangan lepas. Hmmm.. apa itu artinya gw g usah lepasin tangan gue saat berkenalan sama Shia Labeouf yak? *Ngarep nempel kek preangko trus diajak keliling kota naik Bumblebee.


Sementara hal-hal brengsek yang harus gw singkirkan, malah melekat di otak, mungkin bakal gw bawa sampai alam kubur. Misalnya, batapa bengkaknya mata gw saat menemukan foto-mantannya-mantan teman tanda kutip- gw di laptop. *Enggak lebih penting dari elu-p.a di atas, Neng!Atau gw ingat jelas rasanya saat nyaris terperangkap di dalam kamar pas gempa Jogja.


Lebih cuih lagi, kalau tiba2 inget, kenangan itu biasanya diiringi imajinasi liar. Misalnya: gw tiba2 inget kejadian gempa Jogja, gw ngebayangin bagaimana seandainya pintu kamar g terbuka, apa sebaiknya gw ngumpet di kolong tempat tidur, di kusen KM atau pasrah? *tangan gw langsung berkeringat.


Contoh lainnya, gw inget pernah chatting sama istri-mantan-teman-tanda-kutip. Gw ngebayangin mereka punya tiga anak kembar perempuan. *Kenapa tiba2 gw membayangkan itu, gw juga g tau. Imajinasi liar gw  memerintahkan untuk memberi usulan nama buat tuh  kembar tiga dengan : Sri, Aliah, dan Ekawati. *Bhuahahahahhahha…. Gw bahagia!


Benner deh, penyakit lupa itu sangat mengganggu. Banyak penyebab penyakit lupa. Salah satunya pura-pura lupa. *Ha! Gw tidak termasuk itu. Dari sekian banyak alasan, gw tertarik sama salah satu obat penyakit gw.


RAJIN MENGAJI!


Ada kisah seorang nenek tua yang ingatannya masih assoy lantaran rajin mengaji semasa hidupnya. Salah satu tertapinya adalah menghapal surah-surah pendek. Well, biar orang sehat juga kan harus gitu.. (*eyaa… palagi yang sakit, Neng!)


Baiklah… mari kita mengaji. Doain ya, semoga gw g jadi Miss Pelupa lagi… ^_^

 

Sungguminasa, 131211

 


*For my little princess? Emang udah punya, Neng? =P

*mbok yo doain toh..... ^_^ Aamiin,, ya, Allah =P =P


Akhirnya gw punya kesempatan buat ngedesain lagi. Asiknya, sekarang desain baju buat anak-anak, dari usia empat sampai 11 tahun.

 

Yang di atas 11 tahun udah g boleh pake… Udah harus pake kerudung, ya…. Ni baju-baju tante Kakak Ali kan tanpa lengan panjang. Bahkan ada yang tanpa lengan blasss… Jadinya you can see may ketek deh...

 

Eniway, baideway, busway, beteway,sakarepmuway, gw belom canggih bikin figure anak kecil. Jadinya ya.. maaf kalau tampang gambar gw rada ‘dewasa’. 


Sungguminasa, 101211


RecipeDec 10, '11 12:28 AM
for everyone
Category:   Salads
Servings:   5 porsi

Ingredients:

Bahan Salad*:

3 lembar Letucce , sobek-sobek

2 buah tomat, potong kecil

½ buah timun, iris tipis

½ buah paprika hijau, potong kecil/sesuai selera

3 buah kentang, potong kotak

1 buah wortel, iris korek api

1 buah jagung, ambil bijinya

1 iris tipis jeruk lemon

Lada hitam secukupnya

Garam secukupnya

Keju parut secukupnya (kalau mau)

 

Bahan Tumis Daging**:

200 gram daging, potong kecil

100 gram jamur kancing, iris

2 sdm kecam manis

3 siung bawang putih, iris tipis

1 iris tipis jeruk lemon

Lada hitam secukupnya

Garam secukupnya

 



Directions:

Cara membuat Salad:

Rebus kentang, jagung dan wortel. Setelah empuk, angkat lalu tiriskan.

Campur semua bahan salad jadi satu.

 

Cara membuat tumis daging:

Campur daging dengan lada hitam, garam dan perasan jeruk lemon.

Masak daging dengan sedikit air hingga empuk

Masukkan jamur dan bawang putih.

Tambahkan kecap manis, masak hingga bumbu meresap

 

Satukan salad sayur dan daging



P.S

* bisa ditambahkan bawang Bombay ma mayones. Gw g pake mayones karena Abah punya sejarah gejala stroke.

** special buat Abah, gw buat versi tumis ayam. Lebih sehat dan selamat =P

 

Sunggumniasa, 101211



Blog EntryDec 2, '11 11:14 PM
for everyone

Hamil itu katanya Sakit, tapi kok doyan, ya, Bu…?!? Hahay! Begitu lah perempuan (*katanya). Ngomongnya sakit, tapi ternyata pengen lagi-pengen lagi (*suaminya pun berseru.. Horee... Yuk!). Biarpun banyak cerita horror tentang persalinan, tidak ada perempuan yang parno atau ogah melahirkan.

 

Beda banget sama anak laki-laki yang ternyata lebih penakut konsisten. Gw pernah diceritain tentang om gw yang pas disunat treak-treak… “Gw g mau lagi disunat!!!!!!!!!”  Terbukti sampai sekarang. Om gw dan semua laki-laki di keluarga gw cuman disunat sekali seumur hidup. (*yaeeyaaa laaaah…..)

 

Cerita horror tentang sunat bisa bikin anak laki-laki parno seumur hidup, loh. Bahkan jauh sebelum mereka sadar kalau "disunat itu diapain", mereka udah takut duluan. Hahaha… Maka dari itu, gw suka nakut2in ade2 sepupu gw, “Awas… kalo nakal, Kk sunat loh!!!!” (*nggaya, mulai motong dari mana ajah gw g kebayang… )

 

Yah, ternyata perempuan emang makhluk yang luar biasa kuat dan tegar. Hahahha…..

 

Gw juga pengen melahiirkaaaaan….. Jadi mamak-mamak yang doyan berpose dengan daster kedodoran sambil megang panci….(*cari bapaknya dulu deh, Neng..).

 

Sunggumniasa, 031211


Blog EntryDec 2, '11 8:19 AM
for everyone

Ada hal yang sebenarnya g penting-penting banget tapi penting buat gw yang bkn gw senang tinggal di Bandung. *rempong amat sih ngomongnya 

 

Apa itu?

 

Sapaan “Neng” yang ditambahkan orang-orang di depan nama gw.

 

Neng Aliah….

 

Terdengar indah, ya . Kalau di panggil Neng tuh, tiba-tiba kulit gw jadi putih berseri, rambut panjang hitam berkilau, pake sarung dan topi kerucut sambil membawa bakul perisi daun pucuk teh. Adeuh… Bagaikan Putri Parahyangan, ya, Bok.  

 

Beda banget waktu gw di Jogja, dipanggil : Mba Sri. Kok kalau dipanggil begitu, gw langsung membayangkan diri gw sedang memikul bakul berisi botol cairan kekuningan, sambil treak-treak, “Dek… Jamu… Jamu…”. Lengkap dengan medok yang tak terbantahkan kejawennya. 

 

Hahahha… sentimen bin rasis banget, ya, gw. 

 

Sebenarnya tidak ada yang salah kalau gw dipanggil dengan sebutan “Neng” atau “Mba”. Asal jangan panggil gw “Nyonya” ajah *siapa juga yang mau! Emang lo majikan?. Aneh ajah kalau gw dipanggil Nyonya Aliah (?) Apalagi Nyonya Sri (!). Haha.. g banget deh. 

 

Never! Jangan pernah sampai gw punya suami. Malah gw bakal senang banget dan bakal menghargai kalau mereka memanggil gw dengan nama suami gw. Contohnya: Mrs. Pitt, Mrs. DeCaprio atau Mrs. Carter. It sounds like music or…. A lil bit scary,  ya? Hahay!

Madam Ali keknya boleh juga. Kesannya cerdas dan berkuasa. Hahahha...

Napa juga gw nulis note ginian? 

 

Sungguminasa, 021211


Blog EntryNov 27, '11 7:09 AM
for everyone

Slamat tahun baru. Nggaya! Padahal baru ngeh  kemaren kalau hari ini tahun baru hijriah. Biar lebih nggaya lagi, gw mau bikin seperti yang orang-orang nggaya  keren lagi lakukan. Membuat resolusi. Sebenarnya gw g tau juga apa maksudnya itu resolusi. Tapi kedengarannya kok keren ya? Kalau ada yang menyebutkan kata resolusi, otak gw langsung menangkap sejenis makanan berkarbohidrat tinggi (risoles, maksod lo??)


Sebagai orang (yang kepengen) keren, mulailah gw membuat resolusi untuk tahun depan. Okeh, sebelumnya, biar gw g tersesat, lebih baik gw cari dulu arti kata resolusi, macam-macam resolusi, dan lain-lain yang berhubungan dengan resolusi. Saking malasnya gw nulis Saking banyaknya, kalian langsung klik ajah di sini.


Paling utama adalah gw pengen jadi orang dewasa. Atau lebih tepatnya dianggap dewasa oleh orang sekitar gw. Menyebalkan sekali kan, sejak gw kecil, orang tua gw selalu nganggep gw adalah orok yang harus dipasung dibedong setiap saat.


Hal yang paling menyebalkan adalah kalo udah menyangkut masalah kepercayaan. Salah satu contohnya adalah kejadian tadi sore. Gw ada acara ngumpul sama temmen-temmen SMA. Pas minta izin, Si Nyokap udah memberondong gw dengan pertanyaan: “Siapa ajah?”, “Temmen SMA?”, “Jam Berapa?”, “Sampai jam berapa?”, “Di mana?”.

Dalam perjalanan, nyokap kembali meluncurkan pertanyaan yang sama: “Siapa ajah?”, “Temmen SMA?”, “Jam Berapa?”, “Sampai jam berapa?”, “Di mana?”.

Belom setengah jam gw duduk, si nyokap nelpon dan kembali (lagi??) menyakan hal yang sama: “Siapa ajah?”, “Temmen SMA?”, “Jam Berapa?”, “Sampai jam berapa?”, “Di mana?”.

Sampai di rumah, si Nyokap udah pasang badan dan wajahnya mirip petugas penjara yang tahanannya kabur entah ke mana, dan siap memberondong dengan pertanyaan yang lebih menyebalkan daripada soal ujian Fisika.


Hellowwwww… I’m 26, now.  Sudah pantas untuk menikah!!!!!!!!!

Ayam Gosong!!!


Hal serupa sering terjadi di periode 10 tahun yang lalu. Masa dimana putih abu-abu menjadi kebanggaan, tas kuning menjadi sahabat karib, dan Daeng Alle sangat Berjaya di atas KFC Attack, burger di belakang aula dan jam pelajaran Matematika.


Coba ajah berani pulang di atas jam 5, pasti bokap udah pasang badan di depan pagar. (kecuali ada jadwal GO dan latihan tae-kwon-do---*bhusseet… ternyata dibalik kelembutan gw, tersimpan kejantanan yang mengagumkan… PLAK!). Nyokap udah siap dengan semprotan berkecepatan tinggi, bibi udah ngumpet dikamarnya-g tega ngeliat gw di caci-maki-, dan adek gw semata wayang udah leha-leha siap menyaksikan pertunjukan yang bakal lebih seru dari pertandingan PSM – MU.


Itulah alsannya orang-orang jarang ngeliat gw di acara ulang tahun atau pensi. Kalaupun ada yang pernah ngeliat, itu karena keberhasilan gw melarikan diri (*dijemput sama anak-anak --- parkir mobilnya di ujung jalan. Bhuakakak… Pelarian yang dramatis, setelah gw ketangkep basah sama Oom yang kebetulan maen ke rumah). 


Aneh juga, gw dilarang ke-mana-mana tanpa disupirin bokap, tapi mereka malah melepaskan gw dengan ikhlas buat sekolah di Jogja dan di Bandung. Bhuakakakkaka…..


Mau tau alasan utama gw g mau bersekolah di UnHas? Bukaan… bukan karena mahasiswa UnHas pada blingsatan. Gw bisa lebih blingsatan dan lebih brengsek dari mereka. Gw cm pengen B.E.B.A.S. Bebas dari segala peraturan yang selalu diawali dengan kata 'Jangan'.


Tapi ternyata sama ajah, sampai gw di sana, si bokap nelponnya bisa sampai enam kali sehari. Bhuseet…. Lebih banyak dari anjuran dokter dan lebih rutin dari shalat wajib! Dengan pertanyaan yang sama: “Di mana?,” “Sudah makan?”, “Makan apa?”, “Duitnya masih ada?” Juju rajah, yang terakhir itu pertanyaan favorit gw. Dan sebagai anak brengsek, lo tau kan gw bakal jawab apa?!


Selama ini gw cuman bisa cemberut kalau lagi disemprot ma nyokap. Habis itu, gw pasti masuk kamar, ngumpetin wajah di bawah bantal dan (pura-pura) g mau makan. Setelah nyokap pergi baru deh tingkah gw g karu-karuan kayak nenek-nenek pra menstruasi. Meluapkan semua emosi sampai rumah kek kapal pecah terbelah tujuh. Habis gw puas melampiaskan amarah, saatnya melampiaskan napsu duniawi yang lain: makan (*lapar gara2 emosional. Hahahak)


Sudah sering teman menyarankan untuk lebih banyak ngobrol ma ortu (*kurang banyak apa lagi kalau ditelpon sampai enam kali sehari?). Maksud kawan gw adalah bicara dari hati ke hati. “Jelaskan ke mereka kalo lo udah dewasa, mampu menjaga diri sendiri, sudah berani ke warung sendiri untuk beli gula, udah g bakal doyan bolos dari GO lagi (*lah wong udah g kursus di sana kok), dan sudah mampu memakai kaos kaki sendiri. Meskipun masih sempoyongan kalau dikasih soal Fisika. Tapi buktiin, lo sudah dewasa! Gw yakin ortu lo bakal senneng banget!”

 

Yah, sebenarnya nasihat ini sudah ada sejak jaman gw di Jogja. Tapi g gw laksanakan. Hahay! Cucuruuut!!!!!!

 

Seandainya udah gw laksanakan, mungkin sekarang gw udah memiliki suami tampan nan cerdas idaman semua wanita, jagoan kecil, dan berbulan madu untuk kedua kalinya di Eropa.

 

Hush!…. G boleh ber-‘seandainya’ kata Nabi SAW….


Tapi malem ini gw sadar. Tadi gw ma temmen2 pada ngebahas teman sekelas kami yang meninggal karena kecelakaan saat membeli susu untuk anaknya. Gw langsung ngebayangin: mungkin di tahun2 mendatang, tidak ada ibu yang bakal menyemprot si anak saat pulang larut atau bolos, tidak ada ibu yang bertanya ini-itu kalau si anak lagi ngumpul-ngumpul sama kawannya, tidak ada ibu yang memperingatkan bahaya ini dan itu. 

Itu lebih cukup bagi gw untuk menyadari betapa berwarnanya hidup gw dengan ocehan-ocehan orang tua gw. Betapa mereka berusaha menyelamatkan gw dari marabahaya yang mungkin menghadang gw.

Cukup. mata gw kok berair, hidung mampet dan tenggorokan gw sekarang sakit. Eiitss... tenang, gw g bakal nangis. *kan dah gede =P

Okeh, resolusi tahun ini, gw pengen lebih dekat sama ortu, lebih bisa menahan emosi, lebih dewasa dan satu lagi, bisa bikin risoles. Berhijrah dari jiwa kanak-kanak ke jiwa yang lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab atas kehidupan dunia, terutama akherat gw. Berhijrah dari anak gadis yang pegang pisau pun tak sanggup, menjadi wanita bersahaja yang mampu memasak segala rupa.

 

Muluk-muluk? Mustahil?

 

Apa yang Allah tidak bisa? sisa berdoa, kan? Gw Cuma pengen jadi orang baik trus masuk surga. Aamiin, ya Rabb…

Selamat tahun baru semuanya… Insya Allah tahun ini lebih baik dari tahun lalu. ^_^


P.S. Terimakasih buat Kisanak-YouKnowWho- atas Inspirasinya... Dan ente juga termasuk salah satu resolusi edan gw di tahun baru ini...^_^

Sungguminasa, 271111/ 1 Muharram 1425H 1433H



Ada yang memberi tantangan buat nulis dengan judul “Dosen (pembimbing) Kamu Menurut Kamu.” Tanpa mikir, gw langsung tolak (*emang biasanya g pernah mikir). Gw takut salah tulis, trus dicap murid durhaka, trus dikutuk jadi batu. Atau yang lebih parah dari itu, gw disuruh bikin tesis lagi. Tiidaaaaaaaaaaakk… Kutuk saya jadi artis saja, Sir, Ma’am.


Bukan berarti gw enggak sayang sama mereka. Gw sayang, kok. Benneran. Walaupun tidak seperti gw sayang banget sama Barbie gw, tapi mungkin seperti sayang gw ke boneka beruang gw (*boneka beruang gw ke mana ya?)


Kenapa juga harus ngomongin dosen gw? Itu artinya harus ngomongin tesis, kan?! Gw udah lulus dan kemaren udah berpose dengan toga kebesaran (*arti sebenarnya: kebesaran!!) dengan pose ABG alay –wajah miring sekian derajad, senyum maksa, melirik sok imut, mulut monyong, dagu tarik, telunjuk di bibir--- kebayang kan anehnya sangat imutnya wajah gw?


“Gw harap lo menampilkan sesuatu yang intelek di blog lo yang g waras itu, Ali..”


Dasar daki kuku! Tidak waras bagaimana? Curhat merengek bercerita dan pamer-pamer foto –tampang-banci-gw di blog adalah hal paling waras yang bisa gw lakukan untuk mengisi waktu luang (*bilang ajah kurang kerjaan). Mungkin lebih waras daripada mengerjakan tesis. Dan kalo menurut lo ngomongin dosen di sini adalah hal yang intelek… please… talk to my hand!!!!


Okeh, lo berani bayar berapa?! *halah. Demi persahabatan kita (PLAK!). tapi tidak tentang dosen gw. Tentang tesis ajah (oooh…..).


Gw akui, mengerjakan tesis S2 jauh lebih berat daripada mengerjakan tugas akhir S1. Entah kenapa, saat S1 rasanya mudah banget. Sepertinya dosen gw lebih banyak bahagianya sama hasil kerjaan gw. Sempat gw berpikir, saking senangnya, g lama lagi Si Bapak mengadopsi gw.


Sementara proses menyelesaikan tesis itu kok laaaaaaaaaamaaaaaaaaaaa… ya? Gw harus mondar mandir perpus-studio-ruang dosen 1-ruang dosen 2- wc-perpus-wc-ruang dosen 1-rumah sakit (rumah sakit?)-studio-ruang dosen 2-wc-studio- UGD (UGD??)- studio-wc-perpus-ruang dosen1-studio-wc. Dan setiap kali gw ngeliat hasil koreksian tesis yang penuh coretan, gw merasa seperti menatap liang lahat alih-alih resep dokter jiwa.


Bloody Hell! Saking frustasinya gw hampir menari kepala-pundak-lutut-kaki-lutut-kaki di hadapan dosen gw. Alhamdulillah, gw dianugerahi sensor ‘tampar wajah lo’, gw pun sadar sama siapa gw berhadapan.


Begitulah. Kata orang bijak: semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya. Makanya, jangan nongkrong di pohon tinggi biar tidak masuk angin. Bhuekekekke…


Jujur ajah, banyak juga hikmah dan kesenangan selama ngerjain tesis hingga sidang selesai. Gw punya alasan jalan-jalan bolak-balik Bandung-Jakarta-Bandung. Gw berasa jadi orang penting yang sibuk mengisi seminar pagi di Bandung, sorenya harus ke Jakarta buat pemotretan iklan obat panu, dan malamnya harus balik lagi ke Bandung buat menyetrika pakaian majikan yang sempat tertunda.


Kebahagiaan lainnya pas dosen gw mengumumkan tanggal sidang akhir. Waaah… rasanya seperti ngeliat ortu yang mentapkan tanggal pernikahan gw. Akhirnya, dosen gw menyatakan gw lulus dengan wajah tersenyum. Gw berasa seperti ibu nyaris sekarat dihampiri dokter yang berkata, “Selamat, Bu. Bayinya laki-laki. Tampan sekali. Perpaduan antara Christian Sugiono dan kecantikan Anda.”


Dan melihat senyum di wajah dosen gw… Oooh… Tuhaaan…… gw seperti menemukan boneka beruang gw yang selama ini menghilang (*benneran deh, mana ya tuh boneka? Gw nyimpen di mana ya, bok?)


Lak kok akhirnya gw kepancing juga ngomongin mereka. Bhuekeke…. Maaf ya, Sir. Maaf ya, Ma’am, kalau ada salah kata. Tapi benner deh saya sayang kalian. Benner. Suer (*g pake disambar geledek!).


Kalian bagaikan lentera di dalam hati saya yang suram *penjilat!*. Saya akan melakukan apapun demi kebahagiaan kalian. *bohong!*


Gw harap sih mereka enggak baca. Tapi kalau mereka sedang sial dan akhirnya terjerumus ke blog saya dan membaca note ini…: Jangan kutuk saya jadi batu, ya, Sir, Ma’am. Jangan juga disuruh ngerjain tesis lagi. Langsung disertasi ajah, gimana? *songong!!!!!!!!* Atau kutuk saya jadi artis saja? (Pliiisss… sy pengen banget jadi artisss…)


Kalau tiba-tiba gw menghilang setelah menulis note ini, mungkin gw berada di samping Dedi Mizwar yang lagi syuting PPT, sibuk nyiapin kopi dan pisang goreng.


Udah ah…


Manfaatin ilmu mereka dengan sebaik-baiknya, ya… INsya Allah ilmunya barokah dan menjadi bekal buat kita dunia akherat. Aamin, Ya Allah.


Terakhir, sayangi dosenmu dan cintai ususmu. Al-fatehah buat mereka dan minum yakult tiap hari…


Sungguminasa,231111


Blog EntryNov 21, '11 11:14 PM
for everyone

Har-hari sejak kelulusan semulus pantat bayi. Alhamdulillah. Tidak bagi Kakek gw. Mungkin bagi Beliau hari-hari gw penuh cobaan seperti wajah pejabat (penuh jerawat batu).


Gw kira kepulangan gw membawa panji-panji kemenangan bakal bikin Kakek bangga. Helloowww… Gw satu-satunya cucu lo yang berhasil keluar dari Institut itu dalam keadaan hidup dan waras. Sesuatu banget kan gw?


Kakek gw kuatir setengah mati. Seperti yang Beliau curhatin ke Bokap: “Saya kuatir sama Baby. Umur segini belum menikah. Kasian. Apalagi dia kurang pergaulan… sering di rumah ajah (*g tau ajah si Kakek pas gw di Bandung binalnya kek suster ngesot sepanjang dago).


Emang seh, setiap gw pamitan pulang ke Bandung atau setiap Beliau berangkat umroh, yang didoakan adalah semoga gw cepat dapat jodoh (*bukan cepat lulus!)


Kekhawatiran Kakek diperkuat sama artikel yang sempat gw baca di Yahoo pas Hari Kartini. Entahlah mungkin Kakek gw yang nyuruh orang-orang buat nulis artikel horror itu trus disebarin ke internet. Begitu membayangkan reaksi Kakek pas gw nyebut kata ‘internet’ (Ha? Apa?), kayaknya mustahil.


“Semakin mapan laki-laki, semakin dia dikejar wanita (*berapapun usianya?,red). Semakin mapan wanita, semakin dijauhi laki-laki (*sekalipun wanita tu masih belia?, red). Kakek gw masih bisa bernapas lega karena gw belum termasuk kategori mapan, jadi masih ada harapan untuk dikejar laki-laki (*nagih hutang maksod loo?).


Sering sekali gw dipanggil Kakek gw, trus disuruh berlutut di hadapan Beliau. Habis itu pundak gw dielus-elus sambil ngomong: “Sabar yaa… Sabar… Saya selalu berdoa supaya kamu cepat dapat jodoh.” (dengan wajah sangat memohon kepada Tuhan biar cucunya tidak menua sebatang kara).


Well, masih banyak yang bisa disyukuri. Salah satu tentunya, gw masih punya Kakek yang selalu berdoa buat jodoh gw. Entah bagaimana gw harus membalas. Mungkin dengan doa juga kali ya… Pastinya bukan doa biar Kakek juga cepat dapat jodoh (!)


Paling enggak nasib gw g setragis kawan nun jauh di sana. Yang dengan mati-matian menyakinkan engkongnya kalau S2 bukan jaminan umroh gratis dan doctor tidak sama dengan dokter. Pernah sekali mengutarakan niat untuk melanjutkan S3. Wajah kakek langsung berubah seperti mendengar vonis (atau fonis?) dokter kalau gw kena kanker stadium tiga. Haha…


Mending sekarang gw ngaca. Memang masih banyak kekurangan jadi belum memenuhi syarat buat jadi istri idaman apalagi mama hot. Ya, mari memperbaiki diri, jadi muslimah yang taat. Kan cewek baik-bak dapet suami yang baik pula. Tidak usah berharap memiliki suami sehebat Muhammad SAW kalau pribadi ini belum seindah Khadijah.


Apa itu artinya, kalau gw sudah menghentikan kebiasaan ngupil dan kentut di depan umum gw sudah diizinkan nikah olehTuhan?


Yah, gw harus jadi better (biscuit dengan lapis cokelat dobel). Dan gw pengen banget kek choki-choki yang nikmatnya lebih panjang dari coklatnya. Hahay!. Gw g mau jadi KitKat yang hanya dinikmati pas break doang (simpanan dong!). Apalagi Oreo yang diputer, dijilat, trus dicelupin (KDRT!!!). Tapi gw tidak menolak kalo dikasih KitKat ma Oreo (*yaeya lah. Makanan enak itu).


Semoga kita dianugerahi pasangan dan keturunan yang menyenangkan hati. Dan cemilan yang berlimpah ruah.


Sungguminasa, 211111


Blog EntryNov 21, '11 3:40 AM
for everyone

Kawan  : “Nonton apa, Dek?”

Gw         : “Edward Cullen…” *Sembari menerawang langit dengan ekspresi mesum g jelas

Kawan  : “Ooh. Twilight, ya?”

Gw         : “Bukaaan… Edward Cullen…”

 

Sudah nonton Twilight terbaru? Gw udah dong…….. Horeeeeeeeeeee….. Para malaikat memberi standing applause. Keren ga? Keren dooong……

Aneh. Padahal dulu gw anti banget sama Twilight (*catet: Twilight, bukan Edward Cullen). Sebnennernya gw rada eneg sama film dan novel bergenre romantis alias cinta-cintaan, termasuk AADC dan KCB. Bukan karena gw g ikut main di film itu, tapi lebih krena gw g jadi pemeran utamanya. Halaaaah!!!!!!!!!! Nonton film romantis adalah sebuah kehilafan yang tidak bisa dimaafkan, dan sama bejatnya dengan nakut-nakutin kucing kampung pake sapu lidi.

Dan kenapa gw bias terdampar di bioskop dengan Twilight semaleman? Pasalnya, adek sepupu gw yang ngajakin. Sebagai kakak yang baik hati dan so sweet, dengan senyum berat menimbang2 begitu melihat wajah memelas adek gw. Tidak lama kemudian sempurna setuju dengan ikhlas begitu membayangkan wajah Edward Cullen.

Ternyata, banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari film ini walaupun bukan dari segi romantisnya. Contohnya saat suami istri Cullen berkata: “ Bella sudah menjadi bagian keluarga kami, dan kami berjanji akan melindunginya.” OMG… That is as sweet as baby blood ice cream. That is family, people!

Contoh lain adalah: Itu kenapa rumahnya keluarga Cullen kerreeeeeeeeeeeeeen seekaaaleeee??? Interiornya pulak… Tapi tidak menjadi keren kalau ada selusin vampire tinggal di dalamnya, kan? Hehe…

Yang paling berharga adalah: tidak selamanya yang kita anggep buruk tidak memiliki arti dalam hidup kita (*bhuset bahasa looo). Film Twilight yang cinta-cintaan pun masih menyelipkan pelajaran hidup yang berharga dan film KCB yang g jelas ceritanya gw g ngerti ceritanya masih bisa dijadiin referensi buat bikin gamis. Hahay!

Dampak positif yang paling nyata adalah: Gw berhasil menahan diri untuk tidak melempar botol air mineral ke arah cewek2 ababil yang menjerit pas Taylor 'Jacob' Launter muncul di layar. Yey!

Sungguminasa, 211111


merah

"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)

 

***